Merak Hijau SDA Kawasan Kendeng Mulai Ditangkarkan


Satwa liar langka yang hidup di kawasan pegunungan kendeng, kini mulai ditangkarkan, untuk menghindari kepunahanya.  Salah satunya merak hijau.  Penangkaran satwa liar langka ini, sudah berlangsung, meski masih menunggu izin dari pihak terkait.

Satwa liar langka yang nyaris punah di kawasan pegunungan kendeng, kini mulai mendapat perhatian dari komunitas pecinta dan penangkar burung.  Mereka, sudah berhasil menangkarkan burung merak hijau. Burung merak hijau itu dikembangbiakkan di tempat penangkaran burung di salah satu rumah warga Desa Tambakromo RT.5/RT.1 Kecamatan Tambakromo. 

Menurut Pengelola Penangkaran tersebut, Bambang Purwanto, ide untuk menangkarkan burung merak hijau itu, muncul sejak lima tahun lalu, bersama komunitas pecinta dan peternak burung yang tergabung dalam Tambakromo Birds Farm.

“Pertama kali memang beternak murai dan kacer. Kemudian komunitas kami mencoba, untuk beternak satwa liar diwilayah gunung kendeng, salah satunya merak hijau yang didapat dari pencari telur merak hijau yang hidup dihutan. Kemudian kami coba tetaskan dan jadi. Sampai sekarang kita sudah punya indukan sepasang dan sudah berproduksi kemarin sempat menetaskan lima, yang hidup tinggal tiga,” kata Bambang Purwanto.

Selaku pengelola penangkaran burung merak hijau, Bambang Purwanto berkeinginan dapat menjalin kerjasama dengan CRS Indocement, serta mempunyai kebun binatang mini. Yang mencakup dan melindungi dan memilihara satwa dari pegunungan kendeng. 

“Selain merak hijau, ada berang-berang (mumuk), luwak, landak, dan tawaran dari warga bantaran gunung kendeng, untuk penangkaran kera. Hanya saja terkendala dengan kandang. Karena lain binatang, lain kandangnya,” ujar peternak yang juga PNS di Puskesmas Tambakromo.  

Di penangkaran tersebut, kata Bambang Purwanto, pihkanya memberikan menu-menu alami yang disuka merak hijau. Sehingga tidak melulu dengan makanan dari pur maupun trembel produksi pabrikan, agar penetasan telur yang akan ditangkarkan berkembang juga secara alami. 

Menyinggung perizinan memang dia baru mengantongi izin penangkaran untuk jenis burung Jalak Uren dan Jalak Bali, sedang untuk merak hijau sendiri masih dalam proses