Taman Girli Sani, Tempat Ngopi dan Ngobrol Santai di Pinggir Kali


Taman di pinggir Kali (Girli) Sani, kompleks Pasar Ya’ik Pati yang selama ini bila malam hari gelap-gulita, kini suasananya sedikit lebih terang. Sebuah lampu penerangan yang menggunakan daya solarsel, sudah dipasang oleh pihak pengelola taman tersebut, yaitu Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pati.

“Lokasi kompleks Pasar Ya’ik bisa menjadi ikon baru sebagai pusat ngopinya pecandu kopi,” ujar salah seorang di antara mereka, Setyadi. Kendati pemasangan lampu penerangan tersebut dinilai belum maksimal, tapi paling tidak sudah memberikan suasana sebuah taman pada malam hari.

Apalagi, setiap hari di lokasi itu, baik siang maupun malam menjadi tempat mangkal para pecandu kopi hitam sambil bersantai, sehingga merasa lebih nyaman.

Adanya kelompok pecandu kopi hitam tersebut, menjadi lingkungan Taman Girli menjadi ramai, sejak pagi hingga malam. Pengunjung berharap, untuk tahun anggaran berikutnya lampu penerangannya ditambah lagi, minimal tiga unit sehingga taman sepanjang Girli itu bila malam suasananya bertambah meriah.

Gerbang

Untuk menunjang bergeraknya ekonomi kerakyatan, kata Setyadi, perlu adanya campur tangan pihak yang berkompetan, paling tidak bisa memberikan dukungan fasilitas. Misalnya, lanjut dia, masing- masing kedai kopi ditambah fasilitas teras lengkap dengan lampu hias, karena hal itu akan membuat pengunjung menjadi betah sehingga yang datang pun akan silih berganti.

Di samping itu, ucapnya, sebagai ciri khas kuliner tradisional khas Pati, biasanya pemilik kedai menyajikan tape ketan, goreng ubi kayu rasa keju, dan getuk. Dengan demikian sebagai identitas baru di lokasi tersebut perlu dilengkapi pula dengan pemasangan gerbang masuk, sehingga memberikan daya tarik tersendiri.

Sedangkan akses jalan kedai, sambung ia, bisa dimanfaatkan untuk menata tempat duduk pengunjung, sehingga menjadi warung tenda terbuka. “Apalagi, bila suasana seperti itu ditopang pula dengan hiburan musik klasik, suasana tentu akan terbebas dari alkohol, dan narkoba,” ujarnya.

Petugas lapangan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pati, Tulus, mengatakan, khusus yang berkait dengan penyediaan fasilitas Taman Girli, pihaknya tahun depan akan melengkapi dengan pagar sehingga pemisah antara alur kali dengan taman pada malam hari, tampak jelas terlihat.