Pati jadi Kota Terbaik Kedua se-Indonesia dalam Menyokong Ketahanan Pangan Nasional


Perhatian Pemerintah Kabupaten Pati terhadap sektor pertanian dari tahun ke tahun membuahkan hasil. Di penghujung 2015 ini Kabupaten Pati masuk dalam nominasi kabupaten/kota terbaik nasional yang menyokong ketahanan pangan negara.

“Alhamdulillah tahun ini Pati masuk dalam 7 nominasi kabupaten terbaik se-Indonesia dan Pati menduduki peringkat kedua,” kata Bupati Pati Haryanto usai kegiatan Tanam Padi Serentak Kodim 0718 Pati bekerja sama dengan Pemda dan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Pati di Desa Jatimulyo, Kecamatan Wedarijaksa (7/12).

Kenaikan ini adalah prestasi yang membanggakan bagi Pemkab Pati, dimana daerah lain peringkatnya justru menurun.

“Sebelumnya kita menduduki peringkat tiga besar nasional dan sekarang bisa naik menjadi dua besar nasional. Padahal, Kabupaten Purwodadi dan Sragen yang dulunya di atas Pati sekarang justru menurun prestasinya,” tambahnya.

Atas keberhasilan itu, saat ini Pemkab Pati tinggal menunggu penghargaan dari pemerintah pusat bersama 7 bupati lainnya dan 2 gubernur. Haryanto juga berjanji akan berusaha untuk menjaga dan meningkatkan hasil produksi pangan di Pati dengan terus membantu kebutuhan petani mulai dari alat dan mesin pertanian hingga pembangunan jalan dan irigasi.

Komandan Kodim 0718 Pati, Letnan Kolonel Inf Hery Setiono memaparkan kegiatan Tanam Serentak ini merupakan kegiatan tanam serentak nasional. “Hari ini seluruh kodim melakukan tanam serentak sebagai upaya gerakan percepatan produksi pangan guna menunjang pangan nasional,” tuturnya.

Adapun targetnya adalah sukses menerapkan sistem tanam jajar legowo 4:1 dengan target panen 9 ton per hektar. “Kebutuhan pangan sangat penting untuk ketahanan pangan nasional. Karenanya, kami TNI akan terus bergerak membantu masyarakat petani untuk menyukseskan program pertanian,” paparnya.

Pihak Kodim Pati juga tengah menggalakkan program biopori sebagai upaya penanggulangan bencana kekeringan maupun banjir.

“Bencana sangat berpengaruh pada hasil pertanian. Karenanya, kami menggalakkan program ini untuk bisa turut berkontribusi menjaga keseimbangan air di tengah ketidakpastian cuaca saat ini,” pungkasnya.