Wedang Cemue, Minuman Khas Pati yang Menyehatkan

Seorang pengunjung tengah menikmati sensasi Wedang Cemue di Jalan Pati-Tayu Km 9, Wedarijaksa. 
Kota Pati Pati ternyata tak hanya memiliki kuliner Nasi Gandul dan Soto Kemiri yang sudah dikenal sebagai makanan khas Bumi Mina Tani. Di bidang minuman, ada satu jenis minuman tradisional yang banyak ditemui di berbagai daerah di Pati.

Adalah cemue. Minuman ini sudah lama dikenal warga Pati sebagai minuman tradisional yang memiliki rasa manis berpadu pedas. Rasa manis berasal dari gula Jawa, sedangkan sensasi pedas dari merica.

Uniknya, ada irisan kelapa kecil yang bercampur dalam minuman. Bukan kelapa muda yang diserut, melainkan kelapa sedang, tidak tua juga tidak muda, diiris kecil-kecil. Orang Pati menyebutnya irisan cikalan.

Minuman ini jarang ditemukan di restoran. Hanya warung-warung kecil yang menyediakan minuman tradisional warisan leluhur warga Pati ini. 

Berbeda dengan minuman khas di kota lain, wedang cemue selain memiliki rasa yang nikmat juga bermanfaat menyehatkan tubuh, diantaranya mengobati masuk angin, meningkatkan stamina tubuh, meredakan batuk dan masih banyak lagi.

“Banyak orang bilang wedang cemue saya berbeda dengan wedang cemue di daerah lain. Kata orang juga ini bisa menyembuhkan masuk angin dan membuat tubuh kuat. Memang ada ramuan khusus jamu jawa dalam wedang ini,” ujar Marsono (50) penjual wedang cemue (29/7/2016).

Hal ini sangat mungkin karena wedang cemue menggunakan bahan-bahan alami seperti gula jawa, merica, santan, irisan kelapa muda dan rempah-rempah khas Indonesia.

Sudah 5 tahun Marsono berjualan wedang ini di jalan Pati-Tayu Km 9, Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Dia mengaku memang mengkhususkan berjualan wedang cemue, karena merasa tidak ada orang lain yang melestarikan minuman kesehatan khas pati ini. Hingga saat mendapat bantuan gerobak dari Disnakertrans Pati pada tahun 2010, dia pun memutuskan untuk melestarikan local wisdom dari Pati itu.

“Dulu saya kerja sebagai buruh serabutan, sampai akhirnya dapat bantuan dari Disnakertrans Pati. Saya memutuskan berjualan wedang cemue, itu memang keinginan saya dari dulu. Karena di Pati jarang sekali yang berjualan wedang ini. Sekarang sudah banyak yang jualan, tapi kata orang punya saya yang paling nikmat” jelasnya.

Marsono mengaku sekali berjualan mulai jam 17.00 – 23.00 WIB, ratusan porsi wedang cemue miliknya habis diseduh pembeli. Dia membandrol satu porsinya seharga Rp 2 ribu, sangat murah memang dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh bagi tubuh. Penikmatnya pun tidak hanya warga sekitar, ada dari Jepara, Kudus dan kota-kota lain yang sengaja berkunjung untuk menikmati minuman khas ini.

“Saya sering mampir kesini  sepulang kerja, sering buat oleh-oleh buat orang rumah juga.Sesudah minum wedang ini pegal-pegal hilang. Ya, rasanya juga nikmat dan hangat,” kata Yusuf warga Trangkil.