Pesona Bendungan Kletek Pucakwangi Pati Makin Diminati Wisatawan


Meskipun terletak di ujung timur tenggara Kabupaten Pati, Desa Kletek Kecamatan Pucakwangi menyimpan pesona tersendiri. Seperti Bendungan Kletek yang banyak menyedot perhatian masyarakat baru-baru ini. Tidak hanya dari Pati, masyarakat luar daerah juga turut mengunjungi obyek wisata tersebut. terlebih, lokasinya berdekatan dengan Kabupaten Blora.

Manajer Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kletek Rusgiyanto mengatakan, selain untuk menyuplai kebutuhan air bersih saat kemarau, bendungan tersebut juga dijadikan tempat untuk menikmati liburan bersama keluarga.

“Awalnya kami pesimistis, karena letak geografis yang jauh. Tapi melihat antusiasme pengunjung yang terus membludak, kami sangat senang sekali dengan pencapaian ini,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.

Meski baru diresmikan 1 Mei lalu, minat pengunjung untuk menikmati obyek wisata yang ada memang terus bertambah setiap harinya. Makanya, pihaknya terus mengembangkan fasilitas yang ada untuk menambah kenyamanan pengunjung.

“Untuk hari libur, pengunjung bisa mencapai 300-an, kalu hari-hari biasa paling banyak 200 pengunjung,” tambahnya.


Untuk sampai di lokasi tersebut, pengunjung  harus bersabar sedikit. Pasalnya, akses jalan belum sepenuhnya baik dan masih banyak jalan rusak. Selain itu, lokasinya berada di ujung tenggara Kabupaten Pati, sehingga hanya sedikit masyarakat yang mengetahui.

“Akses jalan akan segera kami perbaiki. Kami sudah berniat untuk memajukan obyek wisata ini. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak desa untuk memperbaiki jalan menuju bendungan,” tegasnya.

Dia mengaku sudah memiliki  beberapa unit usaha untuk menyuplai perkembangan wisata Kletek tersebut. Apalagi, pendapatan BUMDes Kletek mencapai Rp 30 juta per bulan. Pendapatan itu paling besar dari usaha penjualan perkakas dan alat pertanian, yang mencapai Rp 10 juta per bulan.

“Kami telah merintis dua unit usaha lagi. Selain pengelolaan bendungan untuk pariwisata kami juga akan mendirikan minimarket, Desa Mart. Intinya, semuanya adalah untuk pengembangan desa,” pungkasnya.