Bangunan Cagar Budaya Tugu Pentol Pati Memprihatinkan


Kondisi cagar budaya Tugu Pentol Blaru dan Tugu Pentol Godi yang merupakan bangunan kuno sebagai pintu gerbang masuk ke Kota Pati, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Selain kondisi cat memudar, berbagai stiker yang ditempel orang tak bertanggung jawab, semakin memperburuk gerbang yang dibangun sekitar tahun 1600 an ini.

Pemerhati Kebudayaan Pati, Krisno mengaku sangat menyayangkan kondisi cagar budaya tersebut. Ia menilai kedua gerbang itu adalah aset berharga yang seharunya dijaga dengan baik.

“Pemerintah Kabupaten Pati seharusnya lebih aktif dalam pelestarian cagar budaya. Karena jika bangunan ini rusak, maka yang dirugikan adalah masyarakat Pati,” ujarnya.

Pria asal Desa Slungkep, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati ini menjelaskan, di Kabupaten Pati hanya tinggal sedikit bangunan cagar budaya yang dimiliki. Sehingga yang masih ada ini harus dilestariakan dan dirawat dengan baik.

“Untuk cagar budaya batas-batasnya itu harus terus dijaga, jangan sampai ada yang mengusik nilai estetikanya dengan memasang papan-papan iklan komersil didekatnya. Karena itu jelas akan mengganggu nilai dari bangunan tersebut,” jelasnya.

Krisno mengungkapkan, dulu disetiap kabupaten memang memilki pintu gerbang yang selalu dijaga oleh para prajurit. Sedangkan di Pati memiliki Tugu Pentol Blaru dan Godi.

“Gerbang ini dulu dibangun pada masa pemerintahan Bupati Pati Tombronegoro ke 2 sekitar tahun 1600 an. Dan uniknya, gerbang ini ukuran lebar dan panjangnya bisa menyesuaikan sendiri sesuai jalan,” ungkapnya.

Keberadaan gerbang ini pun memiliki bentuk yang menyerupai papan catur. Dimana gerbang ini memilki filosofi yang sangat menarik. Karena pion catur jika ditempatkan sesuai, maka akan membuat lawan menjadi mati langkah atau kalah dalam permainan.

Dirinya berharap ada langkah kongkrit Pemkab Pati untuk melestarikan bangunan cagar budaya ini.  Jika bangunan ini terusik dengan berbagai masalah, maka sejarah Pati juga akan ikut hilang.

“Maka dari itu tidak hanya pemkab, masyarakat juga harus berperan dalam merawatnya,” imbuhnya.