Cangih, Pemilihan Ketua OSIS di SMAN 1 Pati Gunakan Barcode Guna Hindari Pemilih Ganda

Siswa SMAN 1 Pati mengadakan pemilihan ketua OSIS menggunakan barcode lewat online, kamis (31/8)
Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) SMAN 1 Pati dilaksanakan kemarin. Lima kandidat terpilih divoting ribuan siswa. Tak seperti biasanya, sistem pemilihan tersebut menggunakan kode barcode lewat online. Sehingga satu siswa tidak bisa golput dan mengatasi pemilih ganda.

Kepala SMAN 1 Pati Budi Santosa menyampaikan, pemilos tahun ini sangat luar biasa. Baik persiapannya dan pelaksanaannya berjalan lancar. Pihaknya mencoba membuat pemilihan ketua OSIS yang bisa menginspirasi KPU untuk menerapkan sistem yang diterapkan SMAN 1 Pati karena bisa mengatasi pemilihan ganda.

”Masing-masing pemilih mempunyai barcode yang hanya bisa dipakai sekali, sehingga pemakaian barcode langsung digunting. Pemilih tidak perlu menggunakan tinta penanda setelah memilih,” ucapnya.

Panitia pemilihan juga tidak perlu menghitung manual, karena hal itu memutuhkan waktu lama. Votingnya langsung melalui komputer. Datanya sudah masuk server. ”Jadi langsung bisa diketaui siapa pemenangnya setelah proses voting selesai,” ungkapnya.

Untuk proses voting, Ketua Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 1 Pati Iman Kahfi Aliza menjelaskan, pemilos ini dilakukan online sudah tertata di server panitia. Masing-masing kelas melakukan pemilihan bergantian supaya tidak mengganggu jam pelajaran. Sebelum memilih, siswa mengisi presensi dan diberikan barcode terlebih dahulu. Masing-masing siswa barcode-nya berbeda-beda.

Setelah diberikan barcode, siswa masuk ke bilik pemilihan dan barcode-nya di-scan. Kemudian memilih lima kandidat yang ada di komputer. Kelima siswa itu, yakni Azzahra Diva, Nanda, Adiz Faiz, Arfian, dan Luluk. Semuanya siswa kelas XI. Usai memilih, di dalam layar komputer akan muncul tulisan bener-bener yakin apa tidak memilih kandidat itu.

“Siswa klik salah satu kandidat yang dijagokan dan akan ada tulisan yakin atau tidak. Setelah itu, voting ditutup supaya tidak bisa memilih lagi. Jadi, siswa tidak bisa memilih dua kandidat. Proses pemilihan berakhir pada pengguntingan barcode ke panitia. Lalu siswa kembali ke kelas untuk meneruskan jam pelajaran,” urainya.

Kahfi mengatakan, proses filtrasi OSIS ini cukup panjang. Mulai 17 Agustus hingga sekarang. Puluhan siswa mengikuti pemilihan OSIS dan akhirnya terpilih lima kandidat melalui proses panjang. Mulai psikotes, tes logika, pengetahuan agama, dan wawancara. Pada saat tes wawancara, mereka menyampaikan visi dan misi alasan mmengikuti seleksi pemilos.

”Sebelum voting, kelima kandidat mengikuti debat terlebih dahulu. Tak lupa kampanye di hadapan ribuan siswa lain supaya layak dipillih. Proses voting ini alhamdulillah lancar. Hasilnya akan segera diketahui setelah selesai voting karena datanya sudah masuk server. Panitia tidak perlu menghitung manual,” terangnya.