Kronologi Sindikat Pengedar Sabu-sabu di Pati Ditangkap BNNP Jateng di Semarang

Tiga tersangka pengedar sabu mendengarkan penjelasan Kepala BNNP Jateng, Brigjen Tri Agus Heru Prasetyo, Selasa (29/8)
Sebuah jaringan narkoba yang mengedarkan sabu-sabu di Pati, Jawa Tengah, terungkap. Sindikat ini berencana menjual barang haram itu sampai ke pelosok pedesaan.

Ada tiga orang yang terlibat, dari kurir hingga bandar atau pengendali. Pengendalinya ternyata seorang narapidana kasus narkotika yang tengah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sragen, Amirul Huda.

Pengungkapan itu berawal dari penangkapan kurir bernama Awiyanto (48) asal Pati yang mengambil barang haram itu di Semarang pada Minggu (27/8) malam.

Sabu-sabu tersebut diletakkan seseorang bernama Muh Fauzi (25) dalam bungkusan di seberang sebuah rumah sakit di Jalan Kaligawe Raya.

"Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat tentang peredaran narkoba. Malam itu sekitar pukul 19.00 WIB, personel BNNP Jateng melakukan pengawasan di sekitar lokasi tersebut," ujar Kepala BNNP Jateng, Brigjen Tri Agus Heru Prasetyo, Selasa (29/8).

Sekitar pukul 21.00, seseorang yang ternyata Fauzi meletakkan bungkusan di dekat halte bus yang berada persis di tepi sungai kecil.

Fauzi kemudian berpindah tempat, dia mengawasi dari seberang jalan.

Setengah jam kemudian, Awiyanto datang mengendap-endap berniat mengambil barang pesanannya tersebut.

Langsung saja petugas BNNP Jateng membekuknya.

Kondisi Fauzi juga sama, pemuda ini tak berkutik saat petugas menyergapnya.

"Awiyanto adalah warga Dukuhseti, Kabupaten Pati. Ketika ditangkap, dia membuang bungkusan narkotika itu ke dalam sungai," ujarnya.

Petugas pun segera mencarinya dengan menyelam ke dalam sungai itu sebanyak dua kali.

Pencarian pertama gagal karena minimnya lampu penerangan dan pekatnya air di parit akibat limbah pabrik.

"Pencarian kedua berhasil setelah dilengkapi penerangan yang cukup. Petugas kami metemukan bungkusan rokok yang di dalamnya terdapat sabu seberat 25 gram," terangnya.

Kemudian penyidik menggeledah rumah Fauzi di Bedas Utara, Kelurahan Dadapsari, Semarang utara.
Dalam kamar yang bersangkutan, ditemukan sabu seberat 275 gram yang disimpan di sebuah safety box.

Petugas juga menemukan dua timbangan elektronik yang biasa digunakan menimbang narkotika.

"Dalam pemeriksaan, kami ketahui Fauzi dikendalikan napi Lapas Sragen Amirul Huda," jelasnya.

Amirul Huda merupakan narapidana kasus narkotika yang sudah dua kali terjerat pidana, divonis masing-masing 3 tahun dan 6 tahun.

"Pada pagi hari kami menjemput dia di Sragen untuk menjalani pemeriksaan di Semarang," tuturnya.

Tri Agus menjelaskan barang yang didapat Amirul Huda berasal dari Aceh.

Para tersangka dijerat Pasal 112, 114, dan 132 UU Narkotika dengan ancaman lima tahun penjara dan hukuman mati.