Wisata Religi Nyai Ageng Ngerang Tambakromo Pati


Tak banyak yang mengetahui bahwa kota Pati dahulu tempat persinggahan bertaburnya para musafir pen'siar agama Islam sejak ratusan tahun yang lalu.

Hampir sepanjang penjuru dari utara hingga ke gunung kendeng, saat tim penulis melakukan napak tilas ziarah  disebuah makam keramat, jejak inilah penulis sudah mendengar nama harum beliau Nyai Ageng Ngerang yang sudah terkenal dan melegenda di seluruh pelosok tanah jawa dan sekitarnya.

Nyai Ageng Ngerang adalah seorang tokoh utama wanita yang semasa dengan para wali songo (wali sembilan) yang menyebarkan agama Islam di daerah Juwana - Pati dan khususnya di wilayah kecamatan Tambakromo Pati selatan hingga di akhirat hayatnya beliau di makamkan di dukuh Ngerang desa Tambakromo Pati Jawa Tengah.

Makam beliau terletak di lereng gunung kendeng dari kota Pati makamnya berjarak sekitar 18 km dari terminal arah keselatan. Menurut narasumber yang di kutip tim religi, Selamet Rhosidin yang profesinya​ sebagai juru kunci makam Nyai Ageng Ngerang sejak tahun 2015 menceritakan kurang lebihnya bahwa beliau Nyai Ageng Ngerang di perkirakan lahir sebelum tahun 1478 masehi. Di sebutkan juga nama kecil beliau adalah Dewi Roro Kidul dan nama lengkapnya bernama Nyai Siti Rohmah Roro Kasihan.

Dan di Juwana sendiri beliau mempunyai nama lain yaitu Nyai Juminah, ada pun masyarakat lebih mengenal sebutan (gelar) Nyai Ageng Ngerang itu di dikarenakan beliau menjadi istri Kyai Ageng Ngerang 1 (sunan ngerang 1 atau Syeh Muhammad Nurul Yaqin) yang dalam sejarahnya mempunyai wilayah kekuasaan di desa Ngerang Juwana Pati.

Di tambahkan juga konon katanya sejarah perjuangan beliau dalam menyebarkan agama Islam di perkuat di catatan buku babat tanah jawa, masyarakat khususnya dukuh Ngerang Tambakromo Pati dan sekitarnya sangat menyakini bahwa beliau Nyai Ageng Ngerang masih merupakan salah satu keturunan bangsawan kerajaan majapahit Prabu Kertabumi Brawijaya V.

Yang masih ada kaitannya​ dan hubungan keluarga para wali songo,  adapun keterangan di atas banyak di yakini masyarakat bahwa beliau Nyai Ageng Ngerang masih mempunyai nasab dengan Nabi Muhammad SAW di perkirakan dari generasi ke 25 dari keluarga Bani Alawi Hadramaut.


Di ceritakan juga oleh narasumber, pada awal mula dulunya tempat ini merupakan hutan semak belukar rumput ilalang yang jarang di jamah manusia karena dulunya tempat ini sangat angker dan banyak mistik yang terselubung diarea makam ini.

Pada saat itu ada orang yang hendak membuka lahan untuk di tanami padi palawija dengan cara membakar rumput ilalang terlebih dahulu dan ada keanehan kejanggalan rumput ilalang yang di bakar itu tidak mempan di bakar sampai berkali-kali di bakar masih juga tidak bisa bisa di bakar.

Selanjutnya pada saat itu orang tersebut bersemedi, dalam semedinya di temuilah sosok wanita  berkerudung putih yang mengatakan bahwa disinilah tempat makam Nyai Ageng Ngerang, dan menuturkan juga berpesan agar tempat ini di kasih patok atau nisan.

Perempuan berkerudung putih barkata inilah tempat bersemayam ku atau makamku dan selanjutnya dibersihkan rumput ilalang dan semak semak belukar yang menutupi area makan keramat tadi, sehingga nampaklah makam tua disitu.

Kesimpulan dari narasumber konon katanya orang yang di temui sosok Nyai Ageng Ngerang itu bernama mbah Goak, mbah Goak lah bisa dikatakan ialah penemu tempat makam Nyai Ageng Ngerang sekaligus juri kunci makam Nyai Ageng Ngerang yang pertama hingga sampai akhirnya hidup beliau.

Sebagai penerus penjaga dan pembersih juru kunci makam Nyai Ageng Ngerang di lanjutkan oleh anak cucu dari mbah Goak yang bernama mbah Gondo. Sampai turun temurun hingga sampai juru kunci yang sekarang, selain itu juga​ ditemukan peninggalan peninggalan sejarah Nyai Ageng Ngerang seperti rumah kediaman beliau tempat-tempat pertapaan, sendang putih, genteng atau bata yang letaknya tidak jauh dari makam beliau dan masih ada sampai sekarang.

Dengan berjalannya​ waktu masyarakat kota Pati dan sekitarnya khususnya dukuh Ngerang desa Tambakromo Pati merawat dan melestarikan serta membangun makam sedikit demi sedikit dari bantuan para peziarah maupun warga sekitar.

Tahapan bangunan sudah sangat baik dari segi bangunan makam tersebut. Dan dari pemerintah kabupaten Pati juga sudah mencantumkan atau mengesahkan bahwa makam Nyai Ageng Ngerang adalah masuk wisata religi. Untuk memperingati do'a bersama atau khaul diadakan rutin 1 tahun sekali yaitu setiap tanggal 1 suro atau Muharram oleh para penggede masyarakat setempat.

Beralih di gunung kendeng banyaknya wisata wisata religi dan juga wisata fenomena alam serta peninggalan sejarah, situs-situs keramat seperti situs keramat WATU PAYUNG yang berada di desa Gadudero​ sukolilo pati, yang di nyakini dari para narasumber termasuk narasumber dari juru kunci makam Nyai Ageng Ngerang serta masyarakat setempat dalam keyakinannya bahwa keramat Watu Payung adalah tempat bersemayamnya pertemuannya para leluhur di jamannya.

Dan juga di keyakinanya dari para narasumber bahwa bumi tertua didunia adalah berada di bumi "Pati Jawa Tengah Indonesia".

Beralih di gunung kendeng, menurut narasumber yang mewakili masyarakat Ngerang-Tukijo-Rt 04-Rw 04- dukuh Ngerang desa Tambakromo Pati, menyampaikan menolak keras adanya dari pihak pemerintah yang rencananya akan mendirikan pabrik semen di gunung kendeng.

Pemda untuk membatalkan rencana mendirikan pabrik semen di gunung kendeng ini dan mencabut perijinan pabrik semen," ucapnya. Karena adanya rencana pabrik semen itu bisa berdampak buruk bagi masyarakat Pati selatan khususnya yang berada di sekitar lereng gunung kendeng.

Selain berdmpak buruk juga akan merusak lingkungan, sawah tanaman, sumber mata air dan bisa mengancam kesehatan masyarakat setempat," imbuhnya. Selain itu juga adanya rencana pabrik semen bisa merusak cagar alam serta sejarah situs situs wisata religi dan situs alam peninggalan nenek moyang leluhur kita yang seharusnya di uri uri atau dilestarikan, ini yang harus kita selamatkan sampai titik darah penghabisan," tegasnya.

Maka dari itu harapan kami agar pemerintah Indonesia bisa mendengarkan suara dan harapan masyarakat, khususnya warga masyarakat Pati selatan khususnya dan meminta pemerintah yang rencananya akan mendirikan pabrik semen di gunung kendeng untuk di batalkan sehingga kelestarian lingkungan gunung kendeng ini bisa di selamatkan demi anak cucu kita nantinya," tutupnya.