Debit Air Waduk Seloromo Gembong Pati Semakin Menipis


Debit air di Waduk Seloromo Gembong Pati yang biasa digunakan untuk kebutuhan irigasi, hanya  tersisa 2,2 juta kubik saja atau hanya cukup sekitar 17 hari kedepan.

Susanto, Operator Unit Pengelola Bendungan (UPB) Seloromo Gembong mengatakan, kapasitas tampung waduk dalam waktu normal mencapai 9,5 juta meter kubik air.

“Untuk penggunaannya sudah kami lakukan mulai Agustus lalu. Hanya, sejak air di waduk Gunung Rowo menyusut, banyak petani yang beralih meminta gelontoran air dari Seloromo,” jelas Susanto, Sabtu (16/9).

Menurutnya, penggunaan air dari waduk Seloromo ini bisa untuk  mencukupi empat kecamatan, yakni Kecamatan Pati kota,Tlogowungu, Margorejo dan Wedarijaksa. Bahkan, dari kecamatan Juwana bagian utara dan barat terkadang juga meminta gelontoran air dari waduk tersebut.

“Musim kemarau tahun ini diperkirakan akan lebih panjang. Tahun lalu, meskipun musim kemarau, tetapi debit air tidak sampai habis, bahkan masih ada 1 juta meter kubik air lebih. Tapi kalau sampai bukan Oktober belum ada hujan, kemungkinan debit air akan habis. Bahkan untuk pembasahan saja mungkin tidak ada,” tambahnya.

Untuk pembasahan waduk, susanto mengaku diperlukan 600 ribu meter kubik air. Meskipun ada permintaan dari petani, akan tetapi kalau debit air hanya cukup untuk pembasahan, dia mengaku tidak akan menggelontorkan air tersebut. Hal itu demi keamanan waduk tersebut.

“Kita sama-sama berharap agar hujan bisa lebih dahulu datang sebelum bulan Oktober. Dengan  begitu, waduk akan kembali terisi dan bisa dimanfaatkan lagi untuk kebutuhan irigasi,” tandasnya.