Otak Perampokan Minimarket yang Tewas Tertembak di Sragen Ternyata Orang Pati

Kapolres Sragen saat mengecek jenasah otak sindikat rampok lintas provinsi yang terpaksa ditembak mati saat melawan dalam penggerebekan di depan Alfamart Gemolong, Sabtu (2/9)
Jajaran Polres Sragen kembali menunjukkan kepiawaiannya melumpuhkan jaringan pelaku kejahatan skala besar. Melalui penggerebekan dramatis, Sabtu (2/9) dinihari, Tim Khusus Anti Bandit (TEKAB) yang dibentuk Kapolres AKBP Arif Budiman bersama tim Polsek Gemolong sukses menggulung sindikat perampok spesialis toko swalayan.

Sindikat rampok yang beroperasi lintas provinsi itu dilumpuhkan saat hendak beraksi di minimarket Alfamart di wilayah Klentang, Gemolong sekira pukul 01.30 WIB.

Satu dari empat pelaku tewas setelah diterjang timah panas aparat karena berusaha melawan aparat yang memberikan peringatan. Satu pelaku juga mengalami luka terserempet peluru sedang dua lainnya masih hidup.

Pelaku yang tertembak mati diketahui berperan sebagai otak perampokan berinisial S alias L (42) asal Pati. Sedangkan tiga rekannya masing-masing berinisiak M asal Tangerang dan KB serta MN, keduanya sama-sama dari Banyumas.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman mengungkapkan penggerebekan jaringan perampok lintas provinsi itu bermula dari kecurigaan Tim TEKAB polres dan Polsek saat berpatroli di wilayah Gemolong sekira pukul 01.00 WIB. Saat itu, tim mencurigai sebuah mobil terparkir menghadap ke jalan di depan Alfamart Klentang.

“Setelah dilakukan pengamatan, dari dalam mobil keluar empat orang dengan membawa senjata linggis dan lain sebagainya. Sempat diteriaki peringatan, tapi mereka malah tidak mengindahkan. Justru pelaku menyalakan mobil dan hendak menabrak dua petugas kami. Akhirnya petugas mengambil tindakan tegas dengan menembak bagian kaca mobil, menembus salah satu pelaku dan meninggal,” ujar Kapolres ditemui di sela olah TKP, Sabtu (2/9) pagi.

Jasad otak perampok itu langsung dibawa ke RSUI Yakssi Gemolong. Sedangkan tiga tersangka lainnya berikut barang bukti, langsung diamankan di Polres untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres menambahkan dari hasil pengembangan, sindikat perampok sadis itu sudah beraksi di banyak daerah. Beberapa lokasi yang diakui pelaki tiga diantaranya dilakukan di Sragen dan satu di Temanggung.

“Ini masih terus kita dalami dan kembangkan untuk mengusut tuntas jaringan-jaringannya,” tandasnya.

Sumber: joglosemar