Polisi Amankan Terduga Penyulut Petasan yang Menewaskan Suporter Indonesia Usai Laga Melawan Fiji

Jumpa pers PSSI terkait insiden ledakan petasan yang memakan korban jiwa saat Indonesia vs Fiji di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (2/9) petang
Security Officer, Nugroho Setiawan, mengatakan pelaku yang diduga menyalakan petasan saat pertandingan Timnas Indonesia melawan Fiji sudah diamankan pihak kepolisian.

Nugroho Setiawan tidak bisa menyebutkan siapa nama orang yang diduga menyulut petasan itu. Karena, dia baru mendengar kabar kalau si pelaku sudah diamankan pihak kepolisian.

Saat ini, pelaku sudah diamankan dengan dibawa ke Polres Metro Bekasi Kota. Pelaku itu diamankan ketika pihak kepolisian yang menjaga Stadion Patriot Candrabhaga melihat adanya petasan meledak selepas pertandingan Indonesia kontra Fiji, Sabtu (2/9 )petang.

”Pelaku yang diduga sudah diamankan pihak kepolisian. Saya belum mendapatkan info namanya siapa,” kata Nugroho.

Nugroho juga mengatakan bahwa prosedur mengamankan benda-benda yang dilarang masuk ke Stadion Patriot sudah dilakukan dengan baik.

Tetapi apa yang dikatakan Nugroho berbanding terbalik dengan adanya petasan yang masuk ke dalam Stadion Patriot.

”Dari pertandingan-pertandingan timnas, pengamanan ini yang terbaik dan sudah ketat. Ini baru sekali terjadi serta sangat fatal," kata Nugroho.

”Kami harus menunggu penyidikan dari pihak kepolisian lebih lanjut lagi," tutur Nugroho.

Seperti diketahui korban yang meninggal dunia itu bernama Catur Yuliantono. Pria yang tinggal di Duren Sawit, Jakarta Timur, itu meninggal seusai kepalanya terkena ledakan petasan.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kota Bekasi, namun nyawanya tidak bisa tertolong.

Catur terkena petasan yang dilesatkan suporter Indonesia di tribune selatan. Pria berusia 32 tahun itu berada duduk di tribune timur bersama dengan keluarganya yang menyaksikan pertandingan tersebut.