Sekolah Nahdlatul Ulama (NU) Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Ketua LP Ma'arif NU Pusat KH Z Arifin Junaidi berstatment menyikapi kejadian di Myanmar terhadap kaum Rohingya, Senin (4/9)
Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) KH Z Arifin Junaidi mengatakan pengurus LP Ma’arif NU mulai dari tingkat wilayah, daerah, dan sektor pendidikan di Indonesia telah berkomitmen untuk siap menampung anak-anak Rohingya.

“Kami siap menampung mereka yang sedang berada di usia sekolah. Terkait hal ini, kami sudah berkoordinasi mulai dari tingkat pusat, wilayah, daerah, hingga di sektor pendidikan Ma’arif NU di seluruh Indonesia. Kami siap. Bahkan, akan digratiskan, termasuk juga biaya hidup mereka selama bersekolah. Di Indonesia, total kami miliki sekitar 21 ribu pesantren,” tuturnya, Tribun Jateng, Senin (4/9).

Pimpinan Pondok Pesantren Ittihad Poncol Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang itu menambahkan apabila diminta lembaga internasional atau Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu pendirian sekolah bagi kaum Rohingya, ia siap.

“Tidak sekadar membantu membangun sekolah. Bila perlu kami kirimkan para tenaga pendidik ke sana. Prinsip apa yang kami lakukan, akan kami lakukan secara sukarela dan atas dasar sosial kemasyarakatan. Hal semacam itu sudah kami lakukan, tidak hanya di saat seperti ini yang menimpa kaum Rohingya, tetapi ketika ada musibah di tanah air (Indonesia),” katanya.

Selain itu, meminta seluruh anak didik dan tenaga pendidik di Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama seluruh Indonesia untuk mengumpulkan koin.

“Kami harapkan para anak didik baik sekolah maupun pesantren Ma’arif untuk dapat menyisihkan uang jajan mereka untuk membantu saudara yang saat ini sedang terkena musibah atau dalam hal ini adalah kaum Rohingya di Myanmar. Misal cukup 1 hari saja, kami yakini bisa cukup membantu mereka,” jelas KH Arifin.

Dia menggambarkan, di seluruh Indonesia (dari Sabang sampai Merauke), setidaknya total ada sekitar 9 juta anak didik yang berada di bawah didikan LP Ma’arif NU.

Lalu ada sekitar 500 ribu tenaga pendidik. Jumlah tersebut tersebar di sekitar 8.500 sekolah mulai di tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah kejuruan.

Lalu sekitar 12.700 madrasah. “Mulai dari madrasah ibtidaiyah hingga madrasah aliyah. Khusus di Jawa Tengah sendiri saja ada sekitar 4 ribu sekolah dan madrasah. Dari data itu saja, jika terkumpul tentu sudah cukup banyak dan kami yakini dapat bermanfaat bagi mereka, kaum Rohingya. Itu yang sedang kami laksanakan. Paling lambat Jumat (8/9) sudah terkumpul dan akan kami salurkan melalui rekening yang ada di NU Care,” terangnya.

Menurutnya, tidak hanya itu yang akan dilakukan pihaknya sebagai lembaga pendidikan yang juga konsen terhadap hal ikhwal dunia pendidikan.