Warga Banjarsari Gabus Siap Buka Bendungan Tanggul di Sungai Silugonggo


Warga Desa Banjarsari Gabus menyatakan kesiapan membuka bendungan Sungai Silugonggo yang mereka buat beberapa waktu lalu. Namun dengan catatan, pihak pengelola Waduk Kedungombo, membuka air di saluran Klambu Kanan.

Petani berharap, pasokan air dari Waduk Kedungombo bisa menyelamatkan tanaman padi dari kekeringan. Langkah warga membendung sungai guna mencegah masuknya air laut tidak sepenuhnya berhasil.

Marzuki, salah satu perangkat Desa Banjarsari mengatakan, bendungan buatan warga tidak bertahan lama. Sekitar satu pekan lalu, bendungan yang terbuat dari rangkaian bambu yang ditanam membentang di tengah hingga masing-masing tepi alur kali dan diperkuat dengan tumpukan karung plastik berisi tanah uruk akhirnya limpas.

Hal itu disebabkan kuatnya desakan air laut pasang yang menyodok hingga jauh ke hulu. Akibatnya, air tak bisa dimanfaatkan untuk membasahi tanaman padi milik petani. Sampai saat ini tanaman padi muda milik para petani tidak mendapatkan pasokan air.

Karena itu, jika kebutuhan air pada jaringan irigasi Klambu Kanan tidak segera dibuka, maka ancaman gagal panen pada musim tanam (MT) padi ketiga tak bisa dihindari. “‘Untuk membuktikan dan mengecek air dari jaringan irigasi tersebut benar-benar sudah mulai mengalir, besok bendungan itu akan kami bongkar,” kata Marzuki, Jum'at (15/9).

Pengecekan, masih kata Marzuki, akan dilakukan dengan cara menyusuri sepanjang jaringan saluran irigasi tersebut. Hal itu sekaligus untuk mengecek, di sepanjang jaringan irigasi tersebut terdapat berapa bendung serupa yang dibuat oleh warga di kawasan hulu.

Jika bendung-bendung tersebut tidak segera dibongkar, hal itu sama saja menghambat mengalirnya air ke hilir. Dengan demikian, para petani tetap akan menghadapi kesulitan mendapatkan air untuk mengaliri areal persawahanya yang juga terdapat tanaman padi muda yang terancam kekeringan.

Padahal, jika pada MT ketiga ini para petani di sepanjang tepi alur Kali Juwana memilih menanam padi, hal itu disebabkan agar pada Oktober atau awal Desember mendatang sudah bisa memanen. Pihaknya mengimbau agar kiriman air dari hulu yang diambil dari drainase dengan cara dipompa seharusnya tidak ada lagi pembegalan. Dengan demikian, lebih baik.