Food Truck, Solusi Atasi Keterbatasan Lahan di Pati


Food Truck selain menjadi sesuatu yang baru di kota Pati, konsep ini juga dinilai memiliki sejumlah kelebihan. Salah satunya mampu menjadi solusi dari keterbatas lahan usaha. 

Pemilik Kopi Darat yang berkonsep food truck Fibrian, Kamis (05/10/2017),  mengatakan, dengan bermodalkan mobil bak terbuka yang disulap menjadi coffee shop, membuat dia lebih mudah menjangkau sejumlah daerah di Kabupaten Pati. ”Jadi bisa berpindah-pindah tempat disesuaikan dengan lokasi yang memang strategis dan nyaman untuk usaha kopi”.

Konsep tersebut terbilang cukup unik. Bahkan, bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi remaja yang ingin nongkrong sambil ngopi. Konsep tersebut dinilainya cukup efektif untuk menarik pelanggan. Terkait produk yang dijual, dia mengaku hanya menyediakan kopi jenis single origin saja, atau kopi yang masih berupa biji dan baru digiling saat ada pelanggan yang memesan. ”Karena selain untuk segi bisnis, saya juga punya keinginan untuk bisa memperkenalkan kopi single origin ke Pati.

Sekaligus sebagai media edukasi. Bahkan dulu setiap dua minggu sekali kami berkeliling di kecamatankecamatan untuk edukasi. Hal itu bisa saya lakukan juga karena menggunakan konsep food truck ini,” jelasnya. Meski begitu dirinya menaku konsep food truck tetap memiliki tantangan dan kendala tersendiri. Seperti halnya harus pintarpintar untuk mencari lokasi yang pas maupun menyesuaikan dengan cuaca yang tidak bersahabat. ”Karena kalau saat hujan tentu bisa menganggu pelanggan,” tambahnya.

Untuk jenis kopi yang dijualnya ada beberapa jenis, seperti kopi robusta flores manggarai, robusta temanggung, arabica aceh gayo, arabica kalosi, hingga arabica bali kintamani. ”Tapi kami juga punya kopi spesial yang biasanya hanya kami sajikan dua minggu sekali. Seperti kopi luwak, kopi peaberry atau kopi lanang dan kopi dari negara-negara lain yang menjadi penghasil kopi terbaik di dunia,” tambahnya. (sm)