Pek Gwek, Sedekah Bumi ala Klenteng Tjong Hok Bio Tluwah Juwana


Kelenteng Tjong Hok Bio di Desa Tluwah, Kecamatan Juwana  salah satu dari empat kelenteng yang berada di Kabupaten Pati menggelar acara sembahyang rutin tahunan Pek Gwek, Rabu (4/10/2017). Ritual  ini seperti acara  sedekah bumi untuk menghormati Dewa Bumi, acara ini selalu diperingati setiap tanggal 15 dibulan 8 penanggalan Cina.

Eddy Siswanto, Ketua Umum Kelenteng Se-Kabupaten Pati, mengatakan, sembahyang rutin tahunan itu dimaksudkan sebagai penghargaan warga desa kepada para sesepuh (pepundhen). Hal itu diwujudkan dengan kenduri serta berdoa bersama, sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Thian (Yang Maha Kuasa).

Warga mengharap berkah berupa kemakmuran yang bisa diperoleh dari bumi melalui kegiatan bercocok tanam. Selebihnya, warga mengharapkan desa mereka aman dan tentram. Selain itu, kerukunan antarwarga meningkat, selalu siap saling membantu. Pasalnya dalam kehidupan, manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan.

”Acara sembahyangan ini merupakan bentuk rasa syukur atas kemurahan Thian.” Hal tersebut mengingat peradaban tempo dulu, nenek moyang etnis Tionghoa di Tiongkok menjadikan bercocok tanam sebagai sumber penghidupan utama, selain berdagang.


Visualisasi nenek moyang yang dipercaya oleh Thian sebagai perantara disebut Dewa Bumi, yang juga menjadi lambang kemakmuran manusia

Oleh sebab itu, dalam acara sembahyang rutin tahunan sedekah bumi ini, patung Dewa Bumi dari tiga kelenteng lainnya yang ada di Pati harus dibawa ke Kelenteng Tjong Hok Bio di Tluwah, Juwana. Tiga kelenteng tersebut, yaitu Kelenteng Hok King Bio di Demakan, Kelenteng Tju Tek Bio di Camong (keduanya di Kecamatan Juwana) dan Kelenteng Hok Tik Bio di Kecamatan Pati Kota.

Menurut Eddy, sebagai ungkapan rasa terima kasih atas kemakmuran di bumi, patung Dewa Bumi dari seluruh kelenteng itu mendapat persembahan tong tjoe pia atau yang biasa disebut kue rembulan.

”Bentuk kue itu itu memang bulat seperti bulan purnama. Makanya acara sedekah bumi di kelenteng selalu jatuh pada tanggal 15 bulan 8 penanggalan Cina, saat bulan bersinar penuh.”

Berbagai pertunjukan digelar untuk memeriahkan perayaan sedekah bumi ini, diantaranya pertunjukan barongsai di halaman kelenteng, kesenian tradisional wayang kulit oleh dalang kondang asal Rembang, Ki Sigit Aryanto serta ketoprak.