Sambal Bancik Sambal Khas Desa Kedumulyo Sukolilo Pati

Foto: Rully Dwik
Rasa khas sambal bancik hanya bisa dinikamati di Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo Pati. Makanan ini juga tidak dijual bebas dipasaran, karena ke khasannya inilah banyak orang yang akhirnya penasaran mencicipi .

Sambal bancik adalah makanan khas turun temurun yang ada di Kedumulyo. Menurut cerita dari nenek moyang sambal bancik berasal dari sesepuh Kedumulyo. “Itu awalnya dari Mbah Abu Mansur, seorang ulama yang cukup pandai. Mungkin sambal bancik ini sudah ada sebelum penjajah Belanda datang kesini,” ucap Ngasiban (58 th) salah satu sesepuh di Desa Kedumulyo.

Kreatifitas dan kepandaiannya memasak membuat sambal bancik ini tercipta. Menurutnya, ulama tersebut suka makan malam bersama. Ia juga pandai memasak sendiri. “Dulu ceritanya banyak kelapa dari Goa Wareh yang juga banyak batunya. Dari ilham dan pengalaman yang didapat ia kemudian menciptakan sambal bancik,” ungkapnya.

Sambal bancik memiliki keunikan tersendiri. Yang menjadi keunikan adalah batu dari Gua Wareh yang sudah dipanaskan dijadikan untuk memasak sambal ini. Bukan memasak di atas batu, tetapi batu sebesar bola tenis tersebut dilumuri parutan kelapa.

“Yang jadi keunikan, batu yang panas tersebut dilumuri dengan sambal bancik yang bahan bakunya dari kelapa,” ucapnya.

Kemudian sambal bancik tadi disajikan diatas daun pisang. Kemudian ditutup dengan menggunakan gerabah atau kendil. Panas batu Goa Wareh tersebut yangkonon membuat sambal bancik menjadi matang.

“Jadi sambal bancik ini pertama, batu Goa Wareh dibakar lebih dari 100 derajat celsius. Kemudian parutan kelapa dilembutkan dan diaduk dengan bumbu lain. Setelah batu terlihat memerah, batu kemudian dilumuri atau dibungkus dengan sambal tadi,”paparnya.

Menurutnya, pembuatan sambal bancik bisa sampai 30 hingga 45 menit. Aroma yang dikeluarkan saat gerabah dibuka membuat orang tergiur. Bau harum parutan kelapa, dan juga rasa gurih akan dirasakan oleh yang menikmatinya.

Adanya rencana Goa Wareh dijadikan pariwisata unggulan di Pati diharapkan bisa mengangkat nama sambal bancik. “Nanti setelah Goa Wareh sudah diangkat pariwisatanya kita rencananya ingin memamerkan sambal bancik. Mungkin setelah itu kita bisa jual ke para wisatawan,” harapnya.

Ia berharap ke depannya sambal bancik bisa menjadi daya tarik di Kedumulyo. Sehingga nama sambal bancik bisa diakui kelezatannya oleh banyak orang. “Kita harap bisa dikenal banyak orang, tidak hanya lokal,” harapnya.