Film Karya SMP 1 Jakenan Jadi yang Terbaik di Festival Film Pelajar Tingkat Kabupaten Pati


Film karya siswa SMP 1 Jakenan menjadi yang terbaik untuk kategori fiksi pada Festival Film Pelajar tingkat Kabupaten Pati. Film berjudul ’’Wit’’ itu, mengalahkan dua karya lain dari SMP 2 Jaken bertajuk ’’Impianku’’ dan SMP 3 Pati dengan judul film ’’Kemauan’’.

Kedua karya terakhir secara berturut-turut dinobatkan sebagai juara dua dan tiga. Dalam festival yang kali pertama digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati tersebut, juga melombakan film kategori dokumenter. SMP 1 Cluwak yang mengirim karya berjudul ’’Mutiara dari Medani’’ tampil sebagai juara pertama.

Secara berurutan, film bertajuk ’’Jalani Saja’’ karya siswa SMP 3 Pati dan ’’Sekolahku Bersih Negeriku Bersih’’ karya siswa SMPQT Yanbu’ul Quran menjadi juara dua dan tiga. Kabid Kebudayaan pada Disdikbud Pati Paryanto mengemukakan, festival film bertema ’’Pahlawan di Era Sekarang’’ ini merupakan bagian dari penguatan pendidikan karakter pelajar melalui karya seni. Sekaligus membangkitkan kegiatan berkesenian di kalangan sekolah. Dia menjelaskan, ajang tersebut bakal digelar rutin setiap tahun.

Harapannya, semakin memberi ruang kreasi bagi para pelajar dalam bidang sinematografi. Di luar kegiatan itu, pada akhir tahun ini Disdikbud juga menggelar festival teater pelajar. Festival tersebut digelar pada 30 November hingga 2 Desember. ’’Beragam kompetisi kreatif dalam bidang kesenian menjadi agenda kami setiap tahun. Tahun depan akan kami kembangkan lagi jenis keseniannya,’’ katanya saat acara pengumuman festival film di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Disdikbud, kemarin.

Lebih lanjut Paryanto menjelaskan, selain festival film dan teater pihaknya mengagendakan festival ketoprak untuk pelajar SD dan SMP. Termasuk festival rebana untuk pelajar pada dua jenjang pendidikan yang sama.

Dua agenda itu merupakan upaya Disdikbud melestarikan kesenian tradisional. Apalagi, ketoprak sejauh ini menjadi ikon di Pati. ’’Selain ajang kompetisi seni, kami menggelar pula kegiatan yang bersifat pembinaan. Kegiatan itu berupa workshop seni pantomim dan tari. Kami pilih dua jenis kesenian itu karena banyak permintaan dari banyak sekolah,’’ tandasnya