Peringati Hari Pahlawan, Madrasah Salafiyah Kajen Adakan Lomba Cipta dan Baca Puisi


Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Madrasah Salafiyah Kajen menggelar Lomba Cipta dan Baca Puisi, Jumat (10/11/2017).

Semangat kecintaan kepada para pahlawan begitu terasa di aula Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen. Ketika para santri dengan begitu menjiwainya membaca puisi dengan suara lantang disertai iringan musik, sehingga memberi kesan yang begitu khidmat

Beberapa puisi yang dibaca para santri diantramya: Doa Seorang Serdadu Sebelum Perang karya WS Rendra, Diponegoro karya Khairil Anwar dan Dari Seorang Ibu Demonstran karya Taufik Ismail.
Arif Khilwa, pembina sekaligus juri dalam lomba pembacaan puisi itu mengatakan, nuansa batin puisi tersebut tercipta dari perang batin seorang prajurit yang memohon dua hal kepada Tuhan.

Yakni meminta izin untuk membunuh dan meminta ampunan karena membunuh lawannya. ”Dari situ kita tahu bagaimana berat perjuangan para pahlawan saat dulu. Diberikan pilihan yang begitu sulit namun harus tetap dilakukan,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, kegiatan itu diselenggarakan oleh Keluarga Pelajar Salafiyah (KPS) dan Keluarga Pelajar Putri Salafiyah (KPPS) juga digelar lomba cipta puisi dengan mengusung tema Pahlawan Hari Ini. Diharapkan dengan kegiatan semacam tersebut para santri dapat meneladani perjuangan para pahlawan.

Terlebih sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia juga erat kaitannya dengan peran santri termasuk dengan adanya revolusi jihad kala itu. Waka Kesiswaan MA Salafiyah, Kajen Ulil Albab mengatakan, selain dapat menjadi momentum meneladani dan mengingat jasa para pahlawan kegiatan seperti itu diharapkan juga dapat meningkatkan budaya literasi.

”Kami berharap para siswa terbiasa dengan kegiatan membaca dan menulis,” tambahnya, kemarin. Dalam perlombaan itu terdapat 29 peserta untuk pembacaan puisi dan 20 peserta untuk cipta puisi.

Kegiatan tersebut menjadi program rutin. Selain uang pembinaan dan piagam, hadiah yang diberikan juga berupa buku-buku sastra. Hal itu ditujukan untuk semakin memicu semangat para pemenang dalam bidang sastra. ”Untuk cipta puisi juara 1 Iqfina Ilma dengan judul Puisi Kembang Bibir, itu tentang senyum ibu,” tambahnya.