Sekolah Perlu Latih Siswa Berwirausaha


Dengan kondisi lapangan pekerjaan yang semakin sulit seperti saat ini. Seharusnya pihak sekolah mulai memberikan pelatihan kepada siswa untuk berwira usaha. Seperti halnya yang dilakukan oleh SMPN 05 Pati yang mendorong siswa untuk berwira usaha sehingga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.

Menurut kepala SMPN 05 Pati, Sofia Bardina mengatakan, hal ini juga bertujuan agar siswa memiliki bekal untuk bertahan hidup ketika sudah berada di jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun harus berhenti sekolah karena suatu hal.

Saat ini, sambung Sofia, pihak sekolah baru memiliki 3 unit usaha kewirausahaan yakni bank sampah, budi daya jamur tiram dan pembuatan sabun herbal.

“Kami juga menyertakan siswa dalam penanaman modal pada lini usaha yang ada. Tetapi, sementara ini hanya untuk budi daya jamur dan bank sampah. Sementara ini, untuk produk sabun masih ditopang sepenuh nya oleh sekolah. Lantaran, masih memerlukan penelitan dan pengkajian lebih dalam lagi, sehingga membutuhkan dana yang tidak sedikit,” bebernya.

Hasil yang di dapat dari usaha yang ada terangnya, dibagikan kepada siswa pemilik modal dan mengelolanya.

“Prosentasi bagi hasil juga dibedakan, karena setiap usaha memiliki biaya operasional yang berbeda. Untuk budi daya jamur 40% siswa sedangkan 60% nya untuk sekolah. Sedangkan bank sampah 60% siswa dan 40% untuk pengelola,” jelasnya.

Ajeng Dian Puspita, selaku pembimbing karya ilmiyah remaja SMPN 05 Pati menambahkan, diharapkan untuk produk yang dihasilkan nantinya dapat dipasarkan secara massal. Sehingga, diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja baru.

“Sementara, penjualan produk sabun sendiri baru dikonsumsi oleh warga sekolah. Karena izin perdagangan dan BPOM nya belum ada,” ucapnya.

Kegiatan ini juga diharapkan, diterapkan oleh sekolah lain. Sehingga, siswa lulusan juga memiliki bekal sebagai wira usahawan. Haparannya, bisa menekan angka pengangguran.(hmp)