Gagal Mengadu Nasib di Ibu Kota, Pria Asal Kayen Ini Geluti Susu Kambing Etawa

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin saat mengunjungi peternakan kambing “Jangkung Farm”
Kabarkotapati - Peternakan kambing etawa semakin menggeliat. Popularitas kambing peranakan etawa (PE) di Indonesia saat ini semakin meningkat.

Hal ini menyusul kian dikenalnya susu perahan kambing PE yang memiliki nutrisi sangat baik, sehingga mendongkrak harga jualnya jauh melebihi susu sapi.

Munculnya beberapa event atau kontes kambing etawa terutama di kalangan peternak diharapkan saling belajar untuk mengembangkan kambing peranakan etawa (PE) unggulan.

Kita ketahui Kambing Etawa atau yang dikenal juga dengan Peranakan Etawa (PE) merupakan kambing hasil perkawinan silang antara kambing Jamnapari dari India dengan kambing lokal Indonesia.

Pada umumnya, kambing etawa mempunyai ciri ciri postur yang lebih besar dan juga telinga yang lebih panjang. Kambing etawa banyak dimanfaatkan susunya, tetapi ada juga yang dimanfaatkan dagingnya.

Di Kabupaten Pati Jawa Tengah muncul beberapa peternak kambing etawa. Seperti peternakan kambing “Jangkung Farm” yang beralamat di Desa Kayen RT 6 RW 2, Kecamatan Kayen, kabupaten Pati, Jawa Tengah

Peternakan kambing etawa ini dimiliki oleh Zeni Saputro, yang akrab disapa Zen Jangkung sempat dikunjungi Wakil Bupati Pati Saiful Arifin.

Di lokasi peternakan kambing milik Zen Jangkung, Wakil Bupati pati Saiful Arifin sangat tertarik dengan produk olahan susu kambing serta pengembangan kambingnya.

Potensi pasar susu kambing etawa ini sangat luar biasa. Dan masih perlu pengembangan, terutama sosialisasi pada warga masyarakat setempat.

"Selama ini Mungkin kebanyakan orang lebih familiar dengan susu sapi, karenanya masih perlu sosialisasi bahwa khasiat susu kambing bagi kesehatan sangat banyak sekali,” kata Saiful Arifin.

Dalam kesempatan tersbeut Wabup Pati berharap agar produk susu kambing olahan Zen jangkung dapat segera terdaftar di BPOM, sebagai jaminan kesehatan bagi warga masyarakat. Tidak itu saja, pemilik hendaknya bisa secepatnya mengurus brandingnya dan kemasannya agar dibuat lebih baik lagi.

Perlu diketahui, peternakan kambing etawa ini 'Jangkung Farm' terletak tidak jauh dari makam Syech Jangkung, Syech Jangkung merupakan salahs atu murid dari Sunan Kudus, yang dikenal alim dan sangat sakti.

Zen menjelaskan, bahwa ia memulai beternak kambing etawa sejak awal tahun 2010. Untuk memproduksi olahan susu kambing, ia lakukan dua tahun belakangan ini.

Sebelum memproduksi olahan susu, kira-kira sepuluh tahun ia berkecimpung di dunia breeding contest kambing.

“Awal 2010-an saya memulai mengikuti berbagai kones kambing di berbagai daerah, mulai Jawa Timur hingga Jawa Tengah. Mulai ajang kontes itulah saya mulai belajar untuk mengembangkan kambing etawa. Maka mulailah kami buat kandang dan memilih kambing yg bagus untuk dijadikan indukan," ujar pria yang sempat merantau di Jakarta bertahun-tahun ini.

Untuk produksi susu kambing kata Zein, telah ia lakukan proses recording (pencatatan ternak) selama kira-kira dua tahun.

"Namun, saya baru menjual produknya sekira tiga bulan belakangan. Alhamdulillah respon pasar sangat bagus. Disini jenis kambing yang kami berdayakan untuk memproduksi susu ialah sapera, yakni persilangan kambing jenis sanen dengan ettawa," jelasnya.

Saat ini Zen sudah memiliki lima ekor kambing perah yang mampu menghasilkan sekitar 10 liter susu per hari.

“Kambing sapera punya masa laktasi lebih lama bisa satu sampe dua tahun, jika dibanding kambing ettawa masanya hanya sekira tiga bulan," ujarnya sambil tersenyum.