Mbah Cungkrung, Tokoh Penyebar Islam di Pati


Kabarkotapati - Berjarak sekitar 50 meter di sisi selatan Masjid Baiturrohim Gambiran, bangunan makam Mbah Cungkrung masih terawat baik. Makam tokoh yang disebut sebagai penyebar agama Islam di Pati itu terletak di Dukuh Gambiran, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo. Beliau merupakan murid dari Sunan Muria yang ditugaskan berdakwah di Pati.

Hanya butuh waktu tak sampai 15 menit, dari Alun-alun Simpanglima, Pati. Makam tersebut berada di kompleks madrasah dan pondok pesantren. Bangunannya sederhana. Hanya sebuah pendapa kecil.

Catatan sejarah Mbah Cungkrung masih sangat minim. Kisahnya mayoritas disampaikan lewat cerita tutur lisan. Bahkan nama aslinya pun masih tersembunyi. Sedangkan nama Mbah Cungkrung adalah sebuah julukan.

”Cungkrung berasal dari Bahasa Jawa.Yaitu Njungkrung. Njungkel. Tapi bukan njungkel jatuh. Melainkan, yang dimaksud adalah bersujud. Mbah Cungkrung itu ahli sujud. Saya menyebutnya, Mbah Cungrung ini ahli syariah,” kata Nur Alim Habibi, pengasuh Pondok Pesantren Ragil Al Fatah, Dukuh Gambiran, Desa Sukoharjo.

Mbah Cungkrung, lanjut Nur Alim Habibi, diperkirakan berasal dari Gresik. Dia adalah murid Sunan Muria, yang kemudian ditugaskan untuk ikut menyebarluaskan ajaran Islam di wilayah Pati dan sekitarnya.

”Hal itu dibuktikan dari makam Mbah Cungrung yang menggunakan nisan dari kayu jati. Dari penelitian yang pernah dilakukan, usia kayu jati itu ya sekitar masa hidup Sunan Muria. Sekitar abad 15 – 16,” jelas pria yang juga menjadi pengurus Masjid Baiturrohim Gambiran, yang konon adalah peninggalan Mbah Cungkrung dan masjid pertama di Pati.

Bahkan sebelum berdiri masjid agung. Bangunan tembok yang sekarang itu dikatakan sebagai hasil renovasi yang dilakukan oleh Kanjeng Adipati Hario Candradiningrat. Sesuai dengan bunyi Prasasti Gambiran, masjid diperbaiki selama delapan bulan. Prasasti itu terletak di atas pintu utama. Berangka tahun 1881.

Jejak Mbah Cungkrung sebagai penyebar ajaran Islam, dibuktikan dengan pengakuan-pengakuan dari beberapa tokoh agama di luar Gambiran. ”Banyak yang berziarah ke sini dari Desa Tawangharjo, Winong, dan juga dari Gembong. Mereka mengakui kalau Gambiran ini adalah gurunya,” imbuhnya. Bahkan, di Desa Tawangharjo, Winong, setiap ada kenduri, nama Mbah Cungkrung masih disebut. (JWP)