Ngabuburit Asyik di Kampung Ramadhan Sumohadiwijayan Kajen


Kabarkotapati - Alunan hadroh dari pemain rebana di atas panggung menemani ratusan pengunjung yang tengah membeli aneka kudapan dari puluhan pedagang yang berjualan di Kampoeng Ramadhan Sumohadiwijayan, Sabtu (18/5/2019).

Banyak pula pengunjung yang berfoto ria di photo corner yang ada di sana. Kampoeng Ramadhan Sumohadiwijayan merupakan agenda tahunan yang digelar di area sekitar Balai Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso setiap bulan puasa.

"Event ini kali pertama dilaksanakan pada 2017 lalu. Jadi tahun ini merupakan gelaran yang ketiga," ujar Ketua Panitia, Muhammad Abdul Karim (23).

Karim mengatakan, event yang diinisiasi oleh Karang Taruna Sumohadiwijayan tersebut memiliki masa penyelenggaraan yang berbeda-beda. Pada tahun 2017, Kampoeng Ramadhan dilaksanakan selama 20 hari, di tahun 2018 lalu, dilaksanakan selama 24 hari dan pada tahun ini selama 15 hari,
Seluruhnya dimulai pada 1 Ramadhan.

"Konsepnya sederhana; kami menyediakan panggung yang setiap hari menampilkan kesenian.
Keseniannya antara lain rebana, tong tek, gambus, dan akustik. Tujuannya untuk melestarikan budaya Kajen," ujar mahasiswa Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) tersebut.

Selain menampilkan kesenian untuk menarik keramaian, lanjut Karim, panitia juga mengajak para pedagang untuk berjualan di sana.  "Kami ajak para pedagang penganan di Desa Kajen maupun masyarakat yang ingin ikut berjualan. Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Kajen," tambahnya.


Pengunjung Kampoeng Ramadhan Sumohadiwijayan, terang Karim, didominasi kalangan pondok pesantren dan masyarakat Kajen. Namun, ada pula pengunjung dari Kayen, Pati bagian utara, Pati kota, Kudus, dan Jepara.

"Pedagang dan pengunjung mulai datang sekira pukul 02.00 WIB dan setelah asar, tapi biasanya mulai ramai sekira pukul 04.00, dan berakhir ketika waktu magrib tiba," jelasnya.

Sumber pendanaan event tersebut, terang Karim, berasal dari kas karang taruna. Adapun pengunjung maupun pedagang tidak ditarik biaya. "Kami juga tidak meminta tarif parkir. Namun, jika ada yang sukarela memberi, akan kami terima. Perolehan uang parkir dipergunakan untuk membeli makanan berbuka teman-teman karang taruna," katanya.

Pada Hari ke-15 Ramadhan, panitia akan menggelar acara penutupan. Acara tersebut diisi dengan buka puasa bersama pemerintah desa dan penyerahan santunan kepada anak yatim se-Desa Kajen.
"Sejauh ini kami sudah mendata 46 anak yatim. Pendanaan santunan berasal dari donatur di Kajen yang memiliki perekonomian lebih," ungkapnya.

Satu di antara pengunjung, Amalia Aminatin (20), mengaku selalu mengunjungi Kampoeng Ramadhan Sumohadiwijayan sejak kali pertama diadakan. "Yang menarik di sini, ada panggung kesenian yang menampilkan rebana, akustik, tong tek, dan angklung. Selain itu ada banyak penjual makanan ringan, jajanan, dan menu buka puasa. Saya dan teman-teman ke sini sekalian ngabuburit," ucap mahasiswi Tarbiyah IAIN Kudus tersebut.

Meski baginya Kampoeng Ramadhan sudah cukup baik, Amalia berharap ke depan penataan outlet pedagang bisa lebih rapi. Sehingga pengunjung merasa lebih nyaman, tambahnya. (TBN)