Gelar Razia Kost dan Salon, Satpol PP Pati Temukan 4 Pasangan Kumpul Kebo



Kabarkotapati - Petugas gabungan yang terdiri atas Satpol PP, TNI-Polri, dan Forkopimcam Juwana melakukan razia di beberapa rumah indekost dan salon berfasilitas spa di wilayah Kecamatan Juwana, Kamis (24/3/22). 

Kasatpol PP Pati Sugiyono menjelaskan, operasi ini digelar untuk menindaklanjuti aduan masyarakat mengenai adanya tempat kost yang diduga menjadi tempat perbuatan asusila.

Terdapat tiga tempat yang didatangi aparat gabungan, yakni Imey Salon di Jalan Bajomulyo Juwana, Kompleks Indekost di sebelah timur lapangan sepak bola Growong Lor, serta Kost TJ Putra di Desa Dukutalit.

“Di salon tersebut, kami menemukan ada enam orang pekerja. Dua di antaranya anak di bawah umur, usianya 16 tahun,” kata Sugiyono.

Ia meminta pemilik salon yang merupakan warga Demak agar tidak beroperasi lagi sebelum melengkapi perizinan.

“Kemudian karyawan yang di bawah umur kami arahkan agar kembali ke daerah asalnya, yakni Purwodadi,” ujar dia.

Salon tersebut diduga juga menjadi tempat mesum.

“Disinyalir begitu. Di sana (tempatnya) kecil, tapi di dalamnya ada kamar-kamar. Alasan pemilik, itu jadi tempat kos untuk yang bekerja,” ujar Sugiyono.

Sementara, di Kost TJ Putra, petugas mendapati empat pasangan di luar nikah.

Mereka langsung dibawa ke Balai Desa Dukutalit untuk didata dan diberi pembinaan.

“Pasangan penghuni kost yang tidak berstatus suami-istri kami bina dan kami minta buat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” kata dia.

Para penghuni kost diminta agar selalu menjaga norma susila, sopan-santun, ketertiban, serta bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Selain itu, mereka juga dilarang menerima tamu lawan jenis lebih dari pukul 21.00 WIB. Tamu juga tidak diperkenankan masuk ke kamar, cukup di ruang tamu atau lobi.

Sementara, para pemilik rumah kost diminta agar mendata semua penghuni kos dan melaporkannya ke Ketua RT setempat. Kemudian, pemilik kost dengan jumlah kamar lebih dari 10 diminta untuk mengurus perizinan di Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pati.

Sugiono menambahkan, operasi ini juga merupakan bagian dari penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pati.

“Selain memberi imbauan terkait kesusilaan, kami juga mengingatkan mereka agar selalu menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah divaksin,” tandas dia.